10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2024

10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2024

10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2024, Ini Faktanya!

10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2024, Rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di angka Rp15.512,05 per 1 dolar AS (kurs Jumat, 5 Januari 2023).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi rupiah akan lanjut melemah di tengah ekspektasi kenaikan data tenaga kerja AS.

Sebagai informasi, menurut data manufaktur ISM AS saat ini meningkat menjadi 47,4 setelah tidak berubah di 46,7 selama dua bulan berturut-turut.

Berkat itu, Departemen Tenaga Kerja AS melapor bahwa kondisi pasar tenaga kerja secara bertahap mulai mereda.

Dari jumlah lowongan kerja di AS turun 62 ribu menjadi 8.79 juta untuk sejak laporan terakhir pada bulan November. Ini merupakan nilai terendah sejak Maret 2021.

Akibat penguatan itu, Rupiah mengalami pelemahan nilai tukar uang selama 5 hari berturut-turut.

Deretan Negara dengan Mata Uang Terkecil di Dunia

Sebagai informasi, melemahnya nilai tukar Rupiah akan berdampak pada perekonomian negara.

Salah satu dampak yang akan terasa adalah naiknya harga barang-barang impor yang kemudian akan mempengaruhi harga barang dan jasa domestik yang dikonsumsi masyarakat.

Jadi melemahnya nilai tukar Rupiah ini tidak hanya merugikan pebisnis maupun pemerintah saja. Masyarakat umum juga akan merasakan dampaknya.

Apalagi sekarang Rupiah sudah masuk dalam daftar 10 mata uang terendah di dunia.

Jadi ekonom dan pemerintah harus segera memperbaiki ini agar tidak ada lagi kenaikan harga barang dan jasa domestik di kalangan masyarakat.

Selain Indonesia, negara apa saja yang masuk jajaran mata uang terendah di dunia? Berikut daftar lengkapnya yang diambil dari bankbazaar.com:

1. Rial Iran (IRR)

Rial Iran masuk dalam jajaran mata uang terendah di dunia karena mengalami devaluasi yang terus terjadi sejak tahun 1979.

Selain karena masalah devaluasi, negara ini tengah mengalami perang berkepanjangan yang membuat banyak pebisnis di negara ini pergi dan mengalihkan bisnisnya ke negara lain yang lebih aman.

Kondisi semakin diperkeruh setelah negara ini mendapat sanksi ekonomi setelah membuat program nuklir selama perang Iran dan Irak.

Berdasarkan kurs Jumat (5/1/2024), nilai tukar 1 dolar Amerika setara dengan 42.060 IRR yang masih terus berubah mengikuti pergerakan kurs yang berlaku.

2. Dong Vietnam (VND)

Vietnam menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki mata uang terendah di dunia.

Ini disebabkan kondisi ekonomi negara yang cukup sulit sehingga membuat mata uang ini terdevaluasi.

Pemerintah setempat sudah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Tapi sayangnya, Dong Vietnam masih terus melemah dengan nilai konversi 1 dolar AS setara 24.350 VND.

3. Kip Laos (LAK)

Mata uang Kip dari Laos terus mengalami peningkatan yang konsisten sejak tahun 1952 sampai menurun drastis sejak krisis keuangan yang terjadi di tahun 1990-an.

Selain dari faktor tersebut, negara ini diketahui memiliki utang luar negeri mencapai lebih dari 100 persen PDB.

Akhirnya, negara ini mengalami kesulitan untuk memperbaiki kondisi ekonomi sampai nilai dolar AS setara dengan 20.609 LAK.

4. Leone Sierra Leone (SLL)

Sierra Leone menjadi salah satu negara di benua Afrika yang masuk ke dalam daftar mata uang terendah di dunia dengan nilai konversi 1 dolar AS setara dengan 19.750 SLL.

Salah satu penyebab negara ini memiliki mata uang yang rendah adalah perang berkepanjangan yang berimbas pada masalah ekonomi.

Akhirnya, negara ini memiliki angka kemiskinan yang sangat tinggi yang kemudian diperkeruh dengan adanya wabah virus Ebola yang menyebar di banyak wilayah di Afrika.

Baca juga: Daftar 20 Perusahaan Terbesar di Indonesia

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Rupiah Indonesia masuk dalam daftar mata uang terendah di dunia. Hal ini sudah lama terjadi sejak Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1990-an.

Sejak itu, Indonesia sudah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Tapi sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga nilai tukar 1 dolar AS mencapai Rp15.523 per Jumat (5/01/2024).

6. Som Uzbekistan (UZS)

Negara yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet ini memiliki kurs uang yang rendah senilai 12.345 UZS per satu dolar AS.

Uzbekistan mengalami semua masalah ekonomi global yang memburuk. Mulai dari krisis keuangan tahun 2007-2008, pandemi COVID-19, masalah rantai pasokan pasca pandemi, perang Ukraina-Rusia, gangguan pasar energi, sampai agresi berkelanjutan Israel di Jalur Gaza.

Tapi hebatnya, Uzbekistan masuk dalam daftar 25 negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di tahun 2023 sebesar 5,50 persen.

Meski demikian, mata uang Som masih terhitung rendah jika di konversikan ke dalam dolar AS.

7. Franc Guinea (GNF)

Guinea adalah salah satu negara di Afrika yang kaya dengan sumber daya alam, mulai dari emas, mineral, dan masih banyak lainnya.

Tapi sayangnya, negara ini masih berhadapan dengan masalah kemiskinan yang sangat parah serta permasalahan ekonomi yang cukup rumit untuk di kendalikan.

Itulah sebabnya, nilai tukar mata uang Franc termasuk terendah di dunia dengan nilai tukar satu dolar Amerika setara dengan 8.593 GNF.

8. Guaraní Paraguay (PYG)

Dalam satu tahun 2023, kondisi perekonomian Paraguay sangat tidak konsisten sampai nilai tukar mata uang negara yang berada di Amerika Selatan ini turun drastis menjadi 7.267 PYG per 1 dolar AS.

Salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya ekonomi yang parah ini adalah tingginya inflasi, meningkatnya pengangguran, kemiskinan, hingga korupsi.

9. Shilling Uganda (UGX)

Di bawah pemerintahan Idi Amin, Uganda mengalami beberapa kemunduran termasuk kebijakan imigrasi yang memberikan dampak negatif terhadap perekonomian negara dan juga terhambatnya pembangunan negara.

Akhirnya, nilai konversi satu dolar AS menjadi 3.811 UGX. Padahal di tahun sebelumnya, negara ini tidak masuk dalam daftar mata uang terendah di dunia.

10. Dinar Iraq (IQD)

Dinar Iran masuk dalam daftar mata uang termurah di dunia yang nilainya jatuh di sebabkan oleh banyak faktor.

Pertama, berakhirnya Revolusi Islam pada tahun 1979 yang di ikuti dengan penarikan investor asing dari negara tersebut.

Lalu, program nuklir dan perang Iran-Irak yang membuat mereka mendapatkan sanksi ekonomi.

Ketiga adalah kerusuhan politik yang terjadi di pertengahan tahun 2023. Kerusuhan ini menyebabkan nilai mata uang Dinar turun drastis dari 1.460 IQD menjadi 1.310 IQD.

Sampai sekarang, nilai mata uang Dinar tidak pernah lebih dari angka 1.300 IQD.