Fakta Keindahan Kawah Ijen

Fakta Keindahan Kawah Ijen

3 Fakta Keindahan Kawah Ijen Selain Blue Fire

Fakta Keindahan Kawah Ijen Kawasan Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi menjadi sorotan media setelah seorang turis China tewas terjatuh ke dalam jurang pada Sabtu (20/4/2024).

Awalnya, turis China berinsial HL (31) dan suaminya, ZY (32), mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Sabtu (20/4) dini hari untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit.

Mereka berangkat ke puncak Ijen bersama rombongan dengan dipandu oleh tour guide bernama Guswanto. Korban dan rombongan berangkat dari Paltuding ke Kawah Ijen sekitar pukul 02.10 WIB. Lalu, mereka naik ke Gunung Ijen dan turun ke kawah untuk menyaksikan blue fire.

Setelahnya, korban berfoto dengan jarak sekitar 2 hingga 3 meter dari bibir kawah. Kemudian, ia mundur untuk mendekat ke objek kayu di belakangnya. Dia terjatuh saat kaki terbelit rok panjang yang ia pakai. Akibatnya korban terguling ke belakang dan jatuh ke jurang.

Kini, Spot foto favorit di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen di tutup. Spot itu berada di jalur Hutan Mati sepanjang 400 meter. Jalur itu berada di bibir jurang dengan kedalaman mencapai sekitar 100 meter.

Selain jalur Hutan Mati, petugas juga membatasi aktivitas wisatawan di area blue fire.

Keindahan Kawah Ijen yang Bikin Turis Penasaran

Selain berita duka, Kawah Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso itu memang punya daya tarik tersendiri.

Hal itulah yang membuat Kawah Ijen jadi salah satu wisata favorit di kawasan Jawa Timur. Fenomena blue fire di kawah Ijen menjadi daya tarik utama, mendorong turis untuk menaklukkan medan perjalanan yang terjal dengan ketinggian lebih dari 2.000 mdpl.

Namun selain Blue Fire, Kawah Ijen ternyata punya daya tarik wisata yang tak kalah memikat lho! Berikut tiga fakta favorit tentang Kawah Ijen selain blue fire.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Humaniora

1. Danau Asam Terbesar di Dunia

Pemandangan danau berwarna hijau toska ini menjadi salah satu daya tarik utama Kawah Ijen. Dengan kedalaman sekitar 200 meter dan luas 5466 hektar, danau di Kawah Ijen menarik perhatian. Namun, penting untuk di ingat bahwa meskipun pemandangannya indah, air di danau ini tidak aman untuk berenang atau kegiatan lainnya karena memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi, mencapai angka 0. Oleh karena itu, sangat di larang untuk menyentuh atau bahkan mencoba meminum air tersebut.

2. Gunung Berapi Aktif

Keberadaan asap belerang di sertai bau yang menyengat adalah tanda bahwa Kawah Ijen merupakan gunung berapi yang aktif. Bahkan kawah ini bisa meletus kapan saja. Pada tahun 2012, Kawah Ijen meletus, dan pada tahun yang sama, status siaga diberlakukan. Catatan geologi menunjukkan bahwa Kawah Ijen telah meletus pada tahun 1796, 1817, 1913, dan 1936. Meskipun demikian, aktivitas gunung berapi yang masih aktif ini menjadi salah satu daya tarik utama spot petualangan ini, meskipun bau belerang yang menyengat memaksa para petualang untuk menggunakan masker.

3. Penambangan Belerang

Kegiatan penambangan belerang di Kawah Ijen mendorong masyarakat sekitar untuk menjadi penambang belerang. Meskipun sebuah pekerjaan yang ekstrem, para penambang belerang di Kawah Ijen selalu terlihat bersemangat mengangkat belerang yang mereka dapatkan dari tambang tersebut. Setiap hari, sekitar 200 penambang belerang tradisional mengangkut beban belerang seberat 80 kilogram tanpa menggunakan mesin atau teknologi modern, mereka tetap menggunakan cara tradisional untuk mengambil belerang.